You are currently browsing the monthly archive for December 2009.
Rasulullah s.a.w. bersabda: ”Pada hari kiamat nanti Allah Ta’ala akan berhujjah dengan empat orang terhadap empat golongann manusia yang lain, yaitu:
- Allah berhujjah pada orang-orang kaya dengan Nabi Sulaiman bin Dawud.
- Allah berhujjah kepada para hamba sahaya dengan Nabi Yusuf.
- Allah berhujjah pada orang-orang sakit dengan Nabi Ayyub.
- Allah berhujjah pada orang-orang kafir dengan Nabi ’Isa.”
’Ali ra mengatakan: ”Agama dan dunia akan selalu tegak selama empat golongan berfungsi dengan baik, yaitu:
- selama orang kaya tidak bakhil;
- selama para ulama mengamalkan ilmunya;
- selama orang-orang bodoh tidak takabur dari sesuatu yang tidak mereka ketahui; dan
- selama orang-orang fakir tidak menjual akhirat mereka dengan duniawi.”
Dalam menafsirkan firman Allah SWT: ”……yang menjadi panutan, yang menahan diri (dari hawa nafsu), dan seorang Nabi dari keturunan orang-orang shalih.”(QS. Ali Imron (3): 39)
Muhammad bin ahmad mengatakan: ”Nabi Yahya disebut oleh Allah dengan sayyid, padahal ia adalah seorang hamba Allah, karena Nabi Yahya memiliki empat hal, yaitu:
- dapat menguasai hawa nafsu;
- dapat menguasai iblis;
- dapat menguasai lisan;
- dapat menguasai kemarahan.”
’Abdullah bin Mubarak berkata: ”Ada seorang, hakim telah mengumpulkan 40.000 hadits, kemudian dipilihnya lagi hingga menjadi 4000 hadits, lalu dipilihnya lagi hadits ini ia simpulkan 4 kalimat, Yaitu:
- jangan memberi kebebasan sepenuhnya terhadap istrimu dalam segala hal.
- jangan tertipu oleh harta dalam segala hal
- jangan mengisi perutmu dengan segala makanan/minuman yang tidak mampu ditampung oleh perutmu
- jangan mengumpulkan ilmu apapun yang tidak bisa memberi kemanfaatan.”
’Umar ra berkata: ”Demi Allah, tidaklah aku ditimpa musibah, melainkan didalamnya aku merasakan nikmat Allah, yaitu apabila:
- musibah itu terjadi bukan pada agamaku;
- musibah tersebut tidak lebihberat daripada musibah yang telah menimpa diriku;
- musibah itu tidak menghalangi aku untuk mendapatkan keridhaan Allah;
- musibah yang darinya aku bisa mengharapkan pahala Allah.”
Sebagian ahli bijakmemilih empat kalimat dari empat buahkitabsuci, yaitu:
- Dari Kitab Taurat: ”Barang siapa ridha dengan rizqi yang telah Allah berikan, maka ia akan tenang didunuia dan di akhirat.”
- Dari Kitab Injil: ”Barang siapa yang menundukkan syahwatnya, maka ia menjadi orang yang mulia didunia dan di akhirat.”
- Dari Kitab Zabur: ”Barang siapa merasa cukup sehingga tidak mengharapkan pemberian orang lain, maka dia akan selamat di dunia dan di akhirat.”
- Dari Kitab Al Qur’an: ”Barang siapa dapat memelihara lisannya, maka dia akan selamat di dunia dan akhirat.”
Ahli bijak ketika ditanya: ”Bagaimana keadaanmu?” Mereka menjawab:
- ”Aku bersama Allah, yakni selalu melaksanakan perintah-nya.
- aku bersama nafsu, yakni selalu memeranginya.
- aku bersama orang lain, yakni selalu menasehatinya.
- aku bersama dunia, yakni selalu mengambilnya sebatas yang aku perlukan.”
Rasulullah s.a.w. bersabda:
”Di surga ada empat hal yang lebih baik daripada surga itu sendiri:
- kekal di surga lebih baik daripada di surga
- pelayanan malaikat di surga lebih baik daripada surga
- bertetangga dengan para Nabi di surga lebih baik daripada surga
- keridhaan Allah di surga lebih baik daripada surga
Begitu pula halnya di neraka ada empat hal yang lebih jelek daripada neraka itu sendiri, yaitu:
- kekal di neraka lebih jelek daripada neraka
- cemoohan dari para malaikat juru siksa terhadap orang kafir di neraka lebih jelek daripada neraka
- bertetangga dengan setan di neraka lebih jelek daripada neraka
- murka Allah didalam neraka lebih jelek daripada neraka.”
Rasulullah s.a.w. bersabda:
”Ada empat permata pada diri anak Adam yang dapat dihilangkan dengan empat perkara lainnya. Keempat permata tersebut adalah:
- akal;
- agama;
- haya’, rasa malu; dan
- amal shalih.
Kemarahan dapat menghilangkan akal (sehat). Hasud (dengki) dapat menghilangkan agama. Tamak dapat menghilangkan haya’. Ghibah (mengumpat) dapat menghilangkan amal shalih.”
Sebagaian ahli bijak megatakan: ”Tanda-tanda keimanan kepada Allah itu ada empat, yaitu:
- taqwa;
- haya (punya rasa malu);
- selalu bersyukur;
- sabar



Komentar