Hal-hal yang bisa menumbuhkan cinta kita kepada Rasulullah SAW.

Barangkali ada orang yg bertanya, “Bagaimana cara memiliki cinta seperti itu ?”

Cara agar agar kita bisa mencintai Rasullulah cukup mudah. Ada empat hal yang jika dilakukan seorang muslim pastilah cintanya pada Rasulullah SAW menguat.

Pertama, memperbanyak bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan lafal yg manapun. Lafal shalawat paling bagus adalah shalawat yang ada dalam tasyahut akhir. Shalawat Ibrahimiyah. Namun yang paling penting adalah memperbanyak shalawat. Sebab shalawat bisa melanggengkan hubungan antara diri Anda dan Rasulullah SAW. Setiap Anda mengucapkan salam kepada beliau, beliau akan membalas salam Anda.

Kedua, mempelajari hidup Rasulullah SAW. Anda bisa membaca buku-buku sejarah yang mengungkap hidup Rasulullah sehingga Anda bisa mengetahui kehidupan, perjuangan, dan kasih sayang beliau, juga sisi-sisi kehidupan beliau lainnya.

Ketiga, mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Ketika seseorang membaca sejarah hidup beliau, dia akan mengetahui akhlak beliau, cara beliau melakukan shalat, dan cara beliau berinteraksi dengan orang lain. Ketika dia sudah mengetauinya, dia akan berusaha mempraktekkannya semua itu dalam kehidupannya. Mengikuyti ajaran Rasulullah sebenranya bukanlah hal yang sulit, bahakan amat mudah. Apabila seseorang sudah melakukan, dia akan memiliki ahlak yang luhur sehingga dia bisa meraih cinta Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian, dia akan bisa bersama-sama Rasulullah di Surga. Inilah tujuan luhur yang seharusnya menjadi cita-cita dan harapan setiap muslim.

Keempat, berziarah ke Madinah Rasullulah SAW. Disana kita memohon kepada Allah agarsemua muslim dikaruniai kesempatan utk berziarah ke kota Rasulullah.

Kita bermohon kepada Allah SWT supaya kita semua dianugerahi cinta kepada Rasulullah SAW, dijadikan sebagai teman beliau di Surga, dan selalu mendapatkan pertolongan dalam mengikuti sunnah beliau. Hanya Allah-lah Zat paling Mulia yang bisa dimintai pertolongan dan paling bisa diharapkan mengabulkan permohonan.

Sejarah Hidup Rasulullah SAW….

Nama Muhammad (570M*) bin Abdullah (545M*) bin Abdul-Muttalib/Syaibah (497M*) bin Hasyim (464M*) bin Abdu- Manaf (430M*) bin Qushay (400M*) bin Kilab bin Urrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhir bin Kinanah bin Khuzainah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Mudhar bin Nazar bin Ma’ad bin ‘Adnan nazabnya sampai kepada Ismail bin Khalil Ibrahim as. (* tahun lahir)

Nabi Muhammad adalah seorang nabi pilihan, yang dipilih oleh Allah utk menjadi Nabi dan utusan-Nya, yg membawa agama Islam utk keselamatan dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Beliaau adalah putra Abdullah bin Abdul Muhalib dan Siti Aminah binti Wahab. Beliau dilahirkan pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun gajah atau tanggal 20 April 571 M, hari senin pula Beliau diangkat menjadi nabi, hijrah ke Madinah juga hari Senin, mengangkat Hajar Aswad juga hari Senin, meninggal dunia hari Senin Rabiul Awal thn ke 11 H, dimakamkan di Madinah.

Dinamakan tahun gajah karena pada saat Nabi Muhammad dilahirkan, Mekkah diserang oleh pasukan yang mengendarai gajah, yg dipimpin oleh raja Brahah dari Habasyah, guna menghancurkan Ka’bah. Namun maksud jahat mereka itu digagalkan oleh Allah dengan cara mengirim burung ababil yang membawa batu sijjil dari neraka. Akhirnya hancurlah pasukan bergajah itu bagaikan daun0daun yang dimakan ulat.

Orang2 yg pernah mengasuh Nabi Muhammad adalah :

  1. Halimatus Sa’diyah, yaitu ibu susunya. Di antara kebiasaan bangsa Arab Quraisy pada waktu itu adalah menyerahkan bayi yang baru lahir kepada orang lain untuk diasuh dan disusukannya. Nabi Muhammad diserahkan kepada seorang wanita suku Hawazin dari Bani Sa’ad yang bernama Halimatus Sa’diyah dan juga pernah disusui oleh budak perempouan Abu Lahab, Tsuwaibah Al-Islamiyyah, ia dimerdekakan oleh Abu Lahab sebagai tanda kegembiraan. Ketika mencapai usia 4 tahun, Nabi Muhammad pun diserahkan kembali kepada ibunya, yaitu Siti Aminah.
  2. Siti Aminah, ibunya. Nabi Muhammad dibawah asuhan ibunya ini hanya selama 2 tahun. Sebab ketika Nabi Muhammad berusia 6 th, ibunya wafat dikuburkan di Abka dalam perjalanan ke Mekkah.
  3. Abdul Muthalib, kakeknya mengajak ke Madinah disertai Ummu Aiman Barkah Al Abasiyah. Setelah ibunya wafat, Nabi Muhammad diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib selama 2 tahun. Jadi kakeknya ini wafat ketika Nabi Muhammad berusia 8 tahun.
  4. Abu Thalib, pamannya. Setelah kakeknya wafat, Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.

Yang mula2 melihat tanda kenabian Nabi Muhammad adlah seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira. Ketika berusia 12 thn, Nabi Muhammad diajak pamannya, Abu Thalib, berdagang ke Negeri Syam (Syria). Dalam perjalanan itu mereka bertemu dengan seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira. Setelah memperhatikan tanda2 yang ada pada diri Nabi Muhammad, pendeta itu menyatakan bahwa Muhammad kelak akan menjadi pemimpin besar, yaitu nabi Akhir Zaman. Oleh karena itu pendeta berpesan kepada Abu Thalib agar memelihara dan menjaga Nabi Muhammad baik2. di anatartanda2 tersebut adalah Nabi Muhammad selalu dilindungi awan sehingga selamat dari sengatan sinar matahari yang sangat panas.

Istri pertama Nabi Muhammad adalah Siti Khadijahbinti Khuwailid. Pada saat menikah ini usia Khadijah telah mencapai 40 thn, sedangkan Nabi Muhammad berusia 25 th. Jadi, lebih tua Khadijah.  Dari perkawinan ini, beliau dikaruniai 7 org anak (3 orang laki2 dan 4 org perempuan), yaitu : Qasim, Abdullah, Ibrahim, Zainab, Ruqayyah, Fatimah dan Ummu Kultsum. Akan tetapi semua anak laki2 beliau meninggal dunia pada usia muda.

Pengikut2 pertama Nabi Muhammad diantaranya :

  1. Siti Khadijah (istri Nabi)
  2. Zaid bin Haritsah (budak Nabi yg telah dimerdekakan)
  3. Ali bin Abi Thalib (sepupu Nabi)
  4. Abu Bakar (sahabat Nabi)

Mereka ini semua termasuk Asabiqunal Awwalun, yaitu orang2 yang mula2 beriman (menganut Islam). Pada periode pertama, Nabi Muhammad melaksanakan dakwah secvarasembunyi2, yg disebut dakwah sirri. Dakwah ini biasanya dilakukan dirumah salah seorang sahabat beliau yg bernama Arqam. Oleh karena itu disebut Darul Arqam. Di tempat inilah para pengikut Nabi yg mula2 menyatakan diri beriman.

Istri-istri Nabi

Khadijah binti Khuwailid, Saudah binti Zum’ah, Aisyah binti Abu Bakar, Hafsah binti Umar bin Khaththab, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah, Zainab binti Jahsy, Jawairiyah binti Al-Haris, Ummu Habibah, Shafiyah binti Huyay, Maimunah binti Haris Al-Hilaliyah.

Nabi Muhammad SAW bukan lelaki yang bershahwat tinggi alias hiperseks. Dalam sejarah hidup beliau yg amat harum dapat diketahui, beliau adalah sosok yg sangat berpegang teguh pada prinsip2 istiqomah (konsisten), ta’affuf (menjaga kesucian diri), dan menjauhi segala yg haram, walaupunb saat itu perbuatan dan perkara haram telah merajalela di masyarakat. Begitu pulsa ketika menikah dengan istri pertama (Khadijah), sama sekali beliau tidak menikah dengan seorang perawan, melainkan seorang janda yang mempunyai beberapa orang anak yang sudah besar. Khadijah memilih Nabi Muhammad SAW karena sifat amanahnya dan ta’affufnya. Lama sekali Muhammad menjalin hubungan perniahan dengan Khadijah hingga mereka dikaruniai beberapa putra, kecuali Ibrahim yang dilahirkan dari rahim Mariyah Al Qibthiyah. Siti Khadijah pada saat menikah ini usianya 40 tahun, sedangkan Nabi Muhammad berusia 25 tahun.

Adapun pernikahan beliau dgn janda Saudah binti Zum’ah adalah utk menguatkan hati Saudah yg baru saja ditinggal mati suaminya pasca kembali dari Habasyah. Selain itu juga, bertujuan utk menjaga keluarga dan putri-putri Rasullulah SAW, setelah Khadijah meninggal dunia. Sebelum diperistri Rasulullah SAW, Saudah binti Zum’ah diperistri oleh As-Sakran bin Amr bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl.

Adapun pernikahan kedua Rasullulah SAW dgn Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar As-Shidiq r.a. adalah pernikahan yang istimewa dan paling lama. Saat itu antara usia Nabi SAW dan Aiosyah selisih lebih dari 40 tahun. Rasullulah menikahi Aiosyah di Mekkah ketika Aisyah berumur 7 tahun, dan menggaulinya di Madinah ketika ia berusia 9 atau 10 tahun. Rasullulah SAW tidak menikahi gadis selain Aisyah binti Abu Bakar. Be;liau dinikahkan dengan Aisyah oleh Abu Bakar r.a dengan mahar400 dirham. Sementara itu, Abdul Muthallib (kakek Nabi SAW) menikah dengan Halah, anak perempuan dari paman Aminah (Ibunda Nabi SAW). Sedang Umar menikah dengan anak perempuan Ali bin Abi Thalib, Ummu Kulsum di masa usia sang menantu (Umar) lebih tua daripada sang mertrua (Ali).

Adapun Hafshah binti Umar bin Khaththab menikah dengan Rasullulah SAW setelah ia ditinggal mati oleh Khunaits bin Hudzafahg As- Sahmi. Suami Hafshah sekaligus sahabat Rasul SAW yg mengikuti 2x hijrah, yaitu ke Habasyah danb ke Madinah. Itu terjadi setelah Khunaits terluka pada waktu perang Uhud hingga akhirnya ia meninggal dunia. Ketika Rasulullah SAW mengemukakan keinginannya utk memperistri Hafshah kepada Umar bin Khaththab ra sama sekali Umar tidak menolak keinginanRasulullah SAW tersebut, bahkan ia sangat setuju. Rasullulah SAW mengemukakan juga kepada Utsman bin Affan ra, tetapi tampaknya Utsman kurang menyetujui. Kemudian Rasulullah SAW tetap melamar putri sahabatnya itu, maka jadilah ia salah satu istri beliau.

Ada beberapa alasan Rasulullah SAW menikahi perempuan2 itu adalah ada kalanya karena misi Islam yang mulia atau karena ada poerintah dari Allah SWT, seperti pernikahan beliau dgn Sayyidah Zainab binti Jahsykarena ada firman Allah :”Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluan daripada istrinya>” (QS Al-Ahzab 37). Dengan adanya perintah langit ini, Sayyidah Zainab binti Jahsy membanggakan dirinya terhadap istri-istri Nabi yang lain. Ia berkata : “kalian dinikahkan oleh keluarga kalian, sementara aku dinikahkan oleh Tuhanku dari atas 7 langit (HR Bukhari). Adakalanya pula pernikahan beliau karena si perempuan sendiri yang menawarkan dirinya kepada Rasullulah SAW, seperti Sayyidah Maimunah binti Al Harits, seorang janda yg dikisahkan oleh Rasulullah SAW melalui firman Nya :”Dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya…” (QS Al Ahzab 50).

Putra-putri Rasulullah SAW

Putra-putri Rasulullah berjumlah 7 orang : 3 laki-laki dan 4 perempuan. Semua lahir dari rahim Khadijah ra kecuali Ibrahim yang lahir dari rahim Mariyah Al-Qibthiyah ra, yg laki2 bernama Qasim, Abdullah, Ibrahim. Putra beliau yg bernama Qasim hanya sempat menghirup udara di dunia ini beberapa hari. Ia dilahirkan sebelum beliau SAW diangkat menjadi nabi dan rasul. Yang perempuan bernama Zainab, Ruqayyah, Fathimah dan Ummi Kulsum. Semua anak laki2 beliau meninggal dunia pada usia muda.

Fatimah, anak Rasul, istri Sayyidina Ali krw,mempunyai 6 anak, 3 laki2: Hasan, Husin & Muchsin (meninggal masih kecil) dan 3 perempuan : Ruqayah, Zaenab dan Ummi Kulsum.

Fatimah mempunyai 9 nama panggilan, 3 nama yg terkenal :

  1. Fatimah (yg melindungi), artinya terlindungi dari kejahatan.
  2. Az Zahra (yg bercahaya), artinya wajah yg bersinar, berkilau/cahayanya gemerlapan menyinari (zahara)
  3. Al Batul (yg suci dari haid dan nifas), artinya adalah yg tidak pernah merah sedikitpun.

Satu2nya putra Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah Zahro yg masih hidup yaitu Sayyidina Husein yg kemudian menikah dengan Syahr Banu, salah seorang putri Khosru Yasdajird II dari Dinasti Sasanid II, Persia (sekarang Iran). Empat putranya : ‘Ali Al Akbar, ‘Ali Ausath, ‘Ali Al Asghar dan Abdullah, sedangkan tiga putrinya : Zaenab, Sakinah dan Fatimah. Seluruh anak Husein terbunuh, kecuali ‘Ali Ausath yg kemudian hari terkenal sebagai seorang wali, yaitu ‘Ali bin Husein Zaenal Abidin. Dialah satu2nya keturunan Rasulullah SAW yg selamat dari pembantaian keji di Padang Karbala.