You are currently browsing the monthly archive for February 2012.
Dari Jabir r.a. berkata :
“Apabila kami mendaki kami membaca takbir, dan apabila kami turun kami membaca tasbih” .
[HR. Bukhari]
Dari Abdullah bin Sarjis r.a. berkata :
“Bila Rasulullah saw. hendak berpergian, beliau berlindung diri kepada Allah dari kesukaran dalam bepergian, pulang yang menyedihkan, kebimbangan setelah adanya kemantapan, do’anya orang teraniaya, dan jeleknya pemandangan pada keluarga dan harta” .
[HR. Muslim]
Dari Anas r.a. berkata :
“Bila kami berhenti dalam bepergian, kami tidak shalat sunnat lebih dahulu sebelum melepaskan tali kekang binatang yang kami kendarai” .
[HR. Abu Daud]
Abu Hurairah r.a. berkata,
“Ketika Rasulullah saw. di suatu majelis sedang berbicara dengan suatu kaum, datanglah seorang kampung dan berkata, ‘Kapankah kiamat itu?’ Rasulullah terus berbicara, lalu sebagian kaum berkata, ‘Beliau mendengar apa yang dikatakan olehnya, namun beliau benci apa yang dikatakannya itu.’ Dan sebagian dari mereka berkata, ‘Beliau tidak mendengarnya.’ Sehingga, ketika beliau selesai berbicara, maka beliau bersabda, ‘Di manakah gerangan orang yang bertanya tentang kiamat?’ Ia berkata, ‘Inilah saya, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Apabila amanat itu telah disia-siakan, maka nantikanlah kiamat.’ Ia berkata, ‘Bagaimana menyia-nyiakannya?’ Beliau bersabda, ‘Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada selain ahlinya, maka nantikanlah kiamat.”
[HR. Bukhari]
Abu Sa’id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda,
“Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya.”
[HR. Bukhari]
Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw. ditanya,
Apakah amal yang paling utama?” Beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ditanyakan lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Jihad (berjuang) di jalan Allah.” Ditanyakan lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Haji yang mabrur.”
[HR. Bukhari]
Abu Hurairah r.a. berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata,
‘Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya ‘ Beliau bersabda, ‘Kamu bersedekah, dan kamu dalam keadaan sehat dan kikir (dalam satu riwayat: rakus). Kamu takut fakir dan mencita-citakan kaya. Namun, jangan menunda sehingga (nyawamu) sampai di tenggorokan baru kamu berkata, ‘Untuk si Fulan sekian dan si Fulan sekian, padahal benda itu telah ada pada Fulan.’”
[HR. Bukhari]
Salim bin Abdullah dari ayahnya, mengatakan bahwa Rasulullah saw lewat pada seorang Anshar yang sedang memberi nasihat (dalam riwayat lain: menyalahkan 7/100) saudaranya perihal malu. (Ia berkata) :
“Sesungguhnya engkau selalu merasa malu”, seakan-akan ia berkata, “Sesungguhnya malu itu membahayakanmu.”) Lalu, Rasulullah saw. bersabda, “Biarkan dia, karena malu itu sebagian dari iman.”.
[ HR. Bukhari]
Paling kuat tali hubungan keimanan ialah cinta karena Allah dan benci karena Allah.
[HR. Ath-Thabrani]
Dari Anas r.a. bahwa Nabi saw. bersabda :
“Tiga hal yang apabila terdapat pada diri seseorang maka ia mendapat manisnya iman yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya daripada selain keduanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan ia benci untuk kembali ke dalam kekafiran sebagaimana bencinya untuk dicampakkan ke dalam neraka.”
[ HR. Bukhari]



Komentar