Rasulullah s.a.w. bersabda:

  1. Shalat adalah tiang agama, tetapi diam itu lebih utama.
  2. Shadaqah dapat memadamkan murka Rabb, tetapi diam itu lebih utama.
  3. puasa adalah perisai dari siksa neraka, tetapi diam itu lebih utama.
  4. Jihad itu puncaknya agama, tetapi diam itu lebih utama.”

 Nabi s.a.w. juga bersabda;

”Diam adalah bentuk ibadah yang paling tinggi.” (HR. Dailami, dari Abu Hurairah)

Maksud diam disini adalah diam dari sesuatu yang tidak bermanfaat, baik dalam urusan agama maupun dunia, dan diam dari membalas omongan orang yang mencemooh kita. Nah diam yang seperti ini termasuk ibadah yang paling tingi, sebab keanyakan kesalahan itu timbul dari lisan. Adapun jika seseorang diam karena dia sendirian tanpa ada orang lain yang memotifasinya untuk diam, maka diamnya bukan ibadah (bahkan kalau bicara sendirian bisa jadi disebut gila, editor).

Rasulullah s.a.w. juga pernah bersabda:

”Diam itu adalah perhiasan bagi orang ’Alim dan selimut bagi orang bodoh.” (HR. Abu Syaikh, dari Muharriz)

”Diam adalah akhlaq yang paling utama. (HR Dailami, dari Anas)

”Diam itu mengandung hikmah yang banyak, tetapi sedikit orang yang melakukannya.” (HR. Qadha’i, dari Anas dan Dailami, dari Ibnu ’Umar)

”Jihad yang paling utama adalah memerangi hawa nafsu karena Allah.” (HR. Dailami)

Oleh karena itu ada syair yang mengatakan:

wahai orang yang banyak bicara tanpa guna, kekanglah mullutmu

Sungguh kamu terlalu banyak bicara ke sana dan ke mari

Sungguh kamu telah banyak berperan dalam keburukan

Mulai sekarang diamlah jika kamu ingin menjadi baik