Aku meminta kepada Tuhan untuk mencabut kesombongan dalam diriku. Tuhan berkata, “Tidak! Bukan tugas-Ku untuk mencabutnya tapi tugasmu untuk menghentikannya.”

Aku bertanya kepada Tuhan untuk menyempurnakan tubuh anakku yang cacat. Tuhan berkata, “Tidak! Ketahuilah, jiwa anak itu sempurna, tubuhnya hanya sementara.”

Aku meminta kepada Tuhan untuk mengaruniaiku kesabaran. Tuhan berkata, “Tidak! Kesabaran adalah produk samping dari cobaan hidup. Ia tidak dihadiahkan tapi diperjuangkan.”

Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku kebahagiaan. Tuhan berkata, “Tidak! Kau Ku berkahi. Keberkahan tergantung pada dirimu sendiri.”

Aku meminta kepoada Tuhan untuk menghindarkan aku dari kepedihan. Tuhan berkata, “Tidak! Penderitaan mengalihkanmu dari hal-hal keduniaan dan membuatmu lebih dekat kepada Ku.”

Aku meminta kepada Tuhan agar mengembangkan jiwaku. Tuhan berkata, “Tidak! Kau harus mengembangkannya sendiri, Aku bahkan akan memangkasmu agar kau tumbuh dan berbuah.”

Aku meminta segala sesuatu kepada Tuhan agar dengannya aku dapat menikmati kehidupan. Tuhan berkata, “Tidak! Aku akan memberimu kehidupan sehingga kau dapat menikmati segala sesuatu.”

Aku meminta kepada Tuhan untuk membantuku mencintai sesama sebagaimana DIA mencintaiku. Tuhan berkata, “Ahhhh…, akhirnya kau memahami maksudKu.” (Author Unknown)