Ketahuilah bahwa sesungguhnya bencana yang dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian pada shalat lima waktu, shalat Jum’at dan shalat jama’ah, padahal semua itu adalahibadah-ibadah yang dengannya Allah meninggikan derajat dan menghapuskan dosa-dosa maksiat. Shalat adalah cara ibadah seluruh penghuni bumi dan langit.

Orang yang meninggalkan shalat karena urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besarmusibahnya dan panjang penyesalannya. Ia dibenci oleh Allah, akan mati dalam keadaan tidak Islam, tinggal di neraka Jahim, atau kembali ke neraka Hawiyah, dilaknat oleh Allah, dan terusir dari bumi dan langit. Ia melelahkan malaikat pencatat keburukan. Tempat tinggal dan kembalinya menjadi sempit. Ia dilaknat dan di caci-maki oleh rumahnya. Pakaian yang menempel di tubuhnya mengumpatnya, “wahai musuh Allah, andaikan Allah tidak menundukan aku untukmu, aku tidak akansudi menempel di tubuhmu! Kamu memakan rezeki Allah tetapi melalaikan kewajiban-kewajiban yang telah digariskan-Nya!”

Perhatikanlan siksa Allah kepada orang yang meninggalkan shalat, baik semasa hidup maupun setelah meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan mengamalkannya.

Diriwayatkan bahwa Jibril as turun menjumpai Nabi SAW, ia berkata :”Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah dan amal shaleh orang yang meninggalkan shalat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur dn Furqan (Qur’an). Wahai Muhammad, demi Yang telah mengutusmu sebagai Nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat setiap hari mendapat 1000 laknat dan amarah. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.

Sewaktu orang yang tidak shalat menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, makanan itu berkata “wahai musuh Allah, semoga Allah melaknatmu, kamu memakan rezeki Allah, namun tidak menunaikan kewajiban-kewajiban-Nya”.

Pakaian yang ia kenakan melepaskan diri dari jasadnya dan berkata,”andaikan Allah tidak menundukkanku untukmu tentu aku telah lari meninggalkanmu.”

Sewaktu ia pergi, rumahnya berkata, “semoga Allah tidak menemanimudalam perjalanan, tidak menjaga hartamu, dan tidak memulangkanmu kepada keluargamu dalam keadaan selamat. Ia akan mati sebagai yahudi dan dibangkitkan sebagai nasrani.”

Karena itu, terangkanlah kepada orang2 itu kewajiban agama yang telah mereka tinggalkan. Jika tidak, maka kamulah yang pertama kali dibakar oleh api neraka, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits sahih. Mengapa ? karena kamu masuk dalam kelompok orang yang mengetahui tetapi tidak mengamalkan ilmunya, meskipun dalam masyarakat kamu tidak dipandang sebagai orang yang faqih (ahli agama).

Ketahuilah bahwa sebagaimana bencana itu diturunkan ke setiap tempat yang penghuninya meninggalkan shalat, maka ia pun akan diangkat dari setiap tempat yang penghuninya mengerjakan shalat.

Jangan sekali-kali kita menggap mustahil terjadi bencana sepoerti gempa bumi dan musnahnya suatu daerah yang penghuninya meninggalkan shalat. Jangan pula berkata,”Kami telah mengerjakan shalat, maka kami tidak akan terkena musibah yang menimpa mereka yang meninggalkan shalat.” Sesungguhnya jika bencana diturunkan ke suatu negeri, ia akan menimpa semua penduduknya; yang shaleh maupun yang durhaka. Sebab, penduduk yang shaleh tidak menyeru kepada kebaikan, tidak mencegah kemunkaran dan tidak memutuskan hubungan dengan orang durhaka. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

Seorang salaf menguburkan saudara perempuannya yang meninggal dunia. Sewaktu mengubur, kantong uangnya yang berisi beberapa dirham terjatuh ke liang kubur. Setibanya di rumah, ia baru tahu bahwa kantong uangnya telah hilang. Ia lalu kembali ke kuburan. Saat itu para pelayat sudah pulang. Ia lalu menggali kuburan yang masih baru itu. Belum berapa dalam galian itu, tiba-tiba menyemburlah api dari dalam kubur. Ia segera menutup kembali kuburan itu dengan tanah. Dengan perasaan sedih, ia pulang ke rumah menemui ibunya.

“ibu, ceritakanlah apa yang dilakukan saudariku semasa hidupnya?”

“mengapa kau tanyakan hal itu ?” tanya sang ibu.

“dari dalam kuburnya keluar kobaran api, Bu!”

mendengar hal itu, ibunya menangis,”anakku, dulu saudarimu sering melalaikan dan mengakhirkan shalat hingga keluar dari waktunya.”

Diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda bahwa barangsiapa memelihara shalat, Allah akan memuliakannya dengan 5 hal, yaitu :

  1. dihindarkan dari kesempitan hidup
  2. diselamatkan dari siksa kubur
  3. dikaruniai kemampuan untuk menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan
  4. dapat melewati jembatan (shirath) secepat kilat
  5. dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab

Dan barangsiapa meremehkan shalat, Allah akan menyiksanya dengan 15 siksaan, yaitu 6 siksaan dalam kehidupan di dunia, 3 siksaan ketika meninggal, 3 siksaan di alam kubur, dan 3 siksaan saat bertemu Tuhannya di Mahsyar.

Adapun 6 siksaan yang ditimpakan di dunia adalah :

  1. dicabut keberkahan umurnya
  2. dihapus tanda kesalehan dari wajahnya
  3. tidak diberi pahal oleh Allah semua amal yang dilakukannya
  4. tidak diangkat ke langit doanya
  5. tidak memperoleh bagian doa kaum sholihin
  6. tidak beriman ketika ruh dicabut dari tubuhnya

Adapun 3 siksaan yang ditimpakan saat meninggal dunia ialah :

  1. mati secara hina
  2. mati dalam keadaan lapar
  3. mati dalam keadaan haus. Andaikata diberi minum sebanyak lautan di bumi, ia tidak akan merasa puas.

Adapun 3 siksaan yang dilaksanakan di dalam kubur ialah :

  1. kubur menghimpit orang itu hingga tulang-tulangnya berantakan
  2. kuburnya dibakar. Sepanjang siang dan malam tubuhnya berkelajatan menahan panas
  3. dalam kubur ia diserahkan kepada seekor ular yang bernama asy-Syuja’ul ‘Aqra’. Kedua mata ular itu berujud api dan kukunya berupa besi. Panjang kukunya adalah sepanjang satu hari perjalanan. Ia akan memperkenalkan diri kepada si mayit, “aku adalah asy-Syuja’ul ‘Aqra’, suaranya menggeledek. “aku diperintahkan Allah SWT untuk menyiksamu karena kau mengundurkan shalat subuh sehingga terbit matahari, mengundurkan shalat zhuhur hingga ashar, mengundurkan shalat ashar hingga maghrib, mengundurkan shalar maghrib hingga isya dan mengundurkan shalat isya hingga subuh.” Setiap kali ular itu memukul, tubuh si mayit melesak 70 hasta ke dalam bumi. Ia disiksa di dalam kuburnya hingga hari kiamat. Di hari kiamat nanti pada wajahnya akan tertulis 3 baris kalimat : wahai orang yang mengabaikan hak-hak Allah, wahai orang yang dikhususkan untuk menerima siksaa Allah, di dunia kau telah mengabaikan hak-hak Allah, maka hari ini berputusasalah kamu dari rahmat-Nya.

Adapun 3 siksaan yang dilakukan ketika bertemu dengan Tuhannya ialah :

  1. ketika langit terbelah, malaikat menemuinya dengan membawa rantai sepanjang 70 hasta untuk mengikat lehernya kemudian memasukkan ujung rantai itu ke dalam mulut dan mengeluarkannya dari duburnya. Kadangkala ia mengeluarkan dari bagian depan atau belakang tubunya. Sang malaikat berkata,”inilah balasan bagi orang yang mengabaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah. Ibnu ‘Abbas ra berkata,”andaikata satu mata rantai itu jatuh ke dunia, niscaya cukup untuk membakarnya.
  2. Allah tidak memandangnya
  3. Allah tidak menyucikannya, dan ia memperoleh siksa yang amat pedih.

Diriwayatkan bahwa di neraka jahanam ada sebuah lembah yang bernama Lamlam. Lembah itu dihuni oleh ular-ular yang tubuhnya segemuk leher onta dan sepanjang perjalanan sebulan. Ia akan menggigit orangyangtidak mengerjakan shalat, dan bisanya akan mendidih selama 70 tahun untuk melumatkan daging orang itu.

Dalam berbagai hadits sebelumnya telah dijelaskan bahwa orang uang meninggalkan shalat menjadi kafir dan musyrik, tidak mendapat jaminan dari Allah dan Rasul-Nya, terhapus amalnya, dan ia menjadi kehilangan agama dan iman.

Dan jangan tunda kebajikaan sampai esok. Mungkin esok tiba, engkau telah terbujur di liang kunbur. Tulangmu hancur dalam tanah dan kau pun diuji dengan adzab kubur atau kenikmatan ruhani. (Syeikh Abubakar bin Salim)

Seoarang bijak mengatakan, kesehatan jasmani terletak pada sedikit makan. Keselamatan ruh terletak pada sedikit dosa. Dan keselamatan agama terletak pada sholawat kepada manusia terbai, Muhammad SAW.

”Ada dua nikmat yang membuat banyak orang terpeda yakni nikmat sehat dan waktu senggang.” (Riwayat Bukhari).