Konon Rasulullah SAW tidak pernah menderita sakit perut sepanjang hayatnya. Hal ini terjadi karena beliau pandai menjaga pola makan. Apa saja yang dihindari Rasulullah ketika makan ? yang dilakukan dan tidak ?

Selain tidak makan berlebihan, ada hal-hal lain yang dihindari ataupun dilakukan Rasulullah ketika makan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kitab2 Thibb An-Nabi (pengobatan ala Rasulullah). Salah satunya yang ditulis oleh Jalaluddin Abdurrahman Ibnu Abu Bakar As Suyuthi, dalam menulis Thibb An-Nabi. Ia merujuk pada buku2 kisah pengobatan Rasul sebelumnya juga karya2 bn Sina yang terkenal. Berikut beberapa hal yang dilakukan dan dihindari Rasulullah saat makan yang disebutkan dalam kitab “Thibb An-Nabi” karya As Suyuthi.

Hal yang dilakukan Rasulullah

  1. mencuci tangan hingga bersih, juga dari bau2 masakan, dan berdoa sebelum dan sesudah makan.
  2. makan makanan yang dingin di musim panas dan sebaliknya yang panas di musim dingin.
  3. menghabiskan makanan hingga tandas
  4. menjilati jari2nya tiga kali setelah makan. Hal ini dipercaya dapat membantu pencernaan karena terdapat banyak enzim pencernaan di antara celah2 jari, yaitu 10x lebih banyak daripada yang terdapat di dalam air liur.
  5. selalu makan malam meski sekedar segenggam roti kering ataupun kurma. Menghindari makan malam akan membuat orang menjadi cepat tua. Hadits ini diriwayatkan oleh Anas ra dan Ibnu Ibn Tarmidzi (HR Muslim)
  6. makan tujuh butir kurma dipagi hari
  7. mengenai adab di meja makan, Anas ra bertutur, bila ada orang tua, Rasulullah selalu mendahulukannya, beliau juga mengambil hidangan yang terdekat dengannya dan makan dengan tangan kanan

Hal yang dihindari Rasulullah

  1. terges-gesa ketika makan
  2. makan makanan yang sama beberapa kali berturut2 (beberapa kali waktu makan)
  3. makan makanan yang panas. Nabi tidak pernah terlihat meniup-niup makanan atau minuman yang panas. Hal ini diriwayatkan oleh Anas ra
  4. makan sambil berbaring (HR Bukhari)
  5. bernafas dalam wadah makanan ataupun minuman. Abu Nu’aim dan Anas ra menyatakan, Nabi biasa mengambil nafas 3xsetiap minum 1 teguk. Beliau menyatakan itu lebih menyehatkan dan memuaskan, beliau juga memalingkan mukanya dari wadah minuman ketika bernafas. Hal ini dilakukan agar minuman dalam wadah itu tetap terjaga kebersihan
  6. langsung tidur setelah makan. Abu Nu’aim mengatakan Rasulullah bersabda :”kunyahlah makanan dengan menyebut natgjma Allah dan disertai do’a, janganlah kalian langsung tidur setelah makan, sebab itu akan membuat kalian susah buang air besar.”
  7. langsung makan lagi setelah makan
  8. mencampurkan berbagai jenis makanan dalam sekali makan, terutama ketika tubuh sedang sakit
  9. memakan buah setelah makan utama. Prinsip ini dapat dijelaskan dengan gamblang dalam treori food combining di mana hal ini merupakan salah satu prinsip dasar. Tujuannya adalah untuk mencegah fermentasi dan pembusukan makanan dalam lambung. Menurut Nur Rachmiseorang praktisi food combining, buah2 dapat dicerna oleh lambung dalam waktu 15 hingga 20 menit, kecuali pisang yang membutuhkan waktu 45 menit untuk tercerna. Jika buah dimakan setelah makan utama yang membutuhkan waktu lebih lama untuk tercerna, maka ia tidak bisa turun ke usus halus. Sebaliknya ia akan tertahan di lambung oleh makan utama yang kita makan sebelumnya. Padahal asam lambung terus diproduksi untuk mencerna bah2an itu. “Akibatnya terjadi fermentasi yang selanjutnya justru membusukkan makanan yang sebelumnya kita makan,” kata salah seorang program assistant di friedrich Nauman Stifting yang pernah menderita komplikasi berbagai penyakit ketika berusia 32 tahun dan sembiuh total setelah menjalankan food combining secara disiplin selama tiga bulan.
  10. makanan yang sangat asam karena akan mempercepat penuaan.
  11. terlalu sering makan makanan bergaram karena akan membuat badan kering dan kurus.
  12. cuka dan lemak, jika wadah makan terbuat dari kuningan
  13. Rasulullah tidak memakan makanan berikut ini secara berbarengan, dan beliau juga menganjurkan para sahabatnya berlaku serupa :
    • Buah-buahan dengan susu
    • Daging dengan susu
    • Ayam dengan susu
    • Ikan dengan susu
    • Ikan dengan telur