ARTI PROFESIONAL
Seorang dikatakan profesional jika ia mahir dalam bidang pekerjaannya dimana ia mendapatkan kontraprestasi / penghasilan dari sana. Kemahiran ini didukung dengan beberapa indikator dan kriteria, antara lain sebagai berikut :
1. Kualifikasi akademik atau latar belakang pendidikan
2. Ketrampilan yang mumpuni dan pengalaman di bidang tersebut
3. Menghasilkan karya dan produk dibidang yang ditekuninya
5. Mempunyai dedikasi dan etika kerja yang sungguh-sungguh
Dalam Islam, profesionalitas semakna dengan ihsan dan itqon yang sangat dianjurkan dalam Islam.

ANJURAN UMUM UNTUK BERAMAL DENGAN IHSAN

1.    Anjuran untuk beramal dengan Ihsan, Allah SWT berfirman :

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

 

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya (Al-Mulk 2)

2.    Perintah untuk Ihsan dalam segala sesuatunya :

 

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ

 

Sesungguhnya Allah SWT mewajibkan berlaku ihsan atas segala sesuatunya (HR Muslim)

3.    Kecintaan Allah SWT pada mereka yang bekerja dengan profesional :

 

إنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ ”

 

Rasulullah SAW bersabda :” Sesungguhnya Allah SWT mencintai jika seorang dari kalian bekerja, maka ia itqon (profesional) dalam pekerjaannya” (HR Baihaqi)

4.    Ancaman untuk tidak mendelegasikan pekerjaan kepada yang bukan ahlinya

 

إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

 

Rasulullah SAW bersabda : “Jika sebuah urusan diberikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya” (HR Bukhori)

5.    Sindiran Rasulullah SAW pada yang bekerja dengan asal-asalan.

 

إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

 

Rasulullah SAW bersabda : “Jika engkau tidak punya malu, maka berbuatlah sekehendakmu … “ (HR Bukhori)